Jumat, 03 Januari 2014

HAMPA TERASA



HAMPA...
Salam kehampaan yang beterbangan menembus tapak kehidupan...

Perjalanan jauh telah membuat raga sungkan tuk singgah di ruang-ruang yang ramai akan tawa dan bahagia.. terlempar senyum kala alam memantulkannya lewat hembusan nafas nirwana,, terkatup bibir berucap tatkala kata dan sabda terpatahkan dalam argumen akbar para malaikat,, menerawang jauh dari titik terdekat dibalik jendela yang kosong dari tatapan khayali...

ketegaran rasa dalam buaian sukma manusia hina berangkat menuju lembah kesempurnaan berbekal do`a dan tangisan.. petempuran agung terhenti kala darah menyejukkan nurani lewat untaian firman sang punggawa arsy,, mengenang perih dalam dekapan asa pesimis melangkah dengan airmata yang mengalir dari telaga keabadian,,

jiwa terkapar kala menatap anggun tarian alam dalam rotasi etis bidadari firdaus,, enggan berjabat bersama mereka yang melepas tawa lewat jeritan kecil sang bisu,, pria perkasa tersungkur kala pedang kelembutan menyayat kalbu kepapaan dengan sayatan kasih dan sayang.. hancur lebur bersama daun yang berguguran sebagai reaksi atas penghambaan pada jelmaan keindahan Tuhan...

mencari tapak wajah yang hilang kala halilintar menggema dalam munajat penghuni bumi,, gerangan ingin merangkul kesempurnaan biologis lewat tutur dan kata yang manusiawi tapi jasad terkungkung dalam bongkahan ego tak berkesudahan.. terngiang tangis dalam bisikan malam seraya merintih dibalik selimut bumi...

hanya indera yang sadar kala akal menyentuhnya dengan sentuhan mitzali,, periode waktu bercermin dengan mewarnai zaman lewat kaki dan tangan yang lalai,, pelataran angkasa ramai kala sang figur berteriak lantang dengan suara keadilan,, cercaan alam menegur dengan guncangan pilar-pilar jahannam kala duka bercerita....

catatan kecil sebagai expresi perih dalam alunan gelombang mentari....


- Ardiansyah Bima –

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar