Jumat, 16 November 2012

Aktivitas dan Hasil Belajar


 A. Aktivitas Belajar
Aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan peserta didik) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada peserta didik, sebab dengan adanya aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif. Keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi peserta didik untuk belajar. peserta didik dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti sering bertanya kepada guru atau peserta didik lain, mau mengerjakan tugas yang diberikan guru, mampu menjawab pertanyaan, senang diberi tugas belajar, dan lain sebagainya (Moedjiono, 1992).
Aktivitas belajar adalah seluruh aktivitas peserta didik dalam proses belajar, mulai dari kegiatan fisik sampai kegiatan psikis. Kegiatan fisik berupa keterampilan-keterampilan dasar sedangkan kegiatan psikis berupa keterampilan terintegrasi. Ketrampilan dasar yaitu mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Sedangkan keterampilan terintegrasi terdiri dari mengidentifikasi variabel, membuat tabulasi data, menyajikan data dalam bentuk grafik, menggambarkan hubungan antar variabel, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisis penelitian, menyusun hipotesis, mendefinisikan variabel secara operasional, merancang penelitian dan melaksanakan eksperimen (Narsoyo, 2009).
Proses belajar/aktivitas belajar sebagai proses yang terdiri  atas enam unsur yaitu tujuan belajar, peserta didik yang termotivasi, tingkat kesulitan belajar, stimulus dari lingkungan, peserta didik yang memahami situasi, dan pola respon  peserta didik. Sedangkan kegiatan belajar dibagi menjadi: (a) kegiatan visual, (b) kegiatan lisan, (c) kegiatan mendengarkan, (d) kegiatan menulis, (e) kegiatan menggambar, (f) kegiatan metrik, (g) kegiatan mental dan (h) kegiatan emosional (Sudjana, 2007).

B. Hasil Belajar 
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik setelah melalui kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol, tujuan pembelajaran telah ditetapkan lebih dahulu oleh guru. Peserta didik yang berhasil dalam belajar adalah peserta didik yang mampu mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar ini menyatakan apa yang akan dapat dilakukan atau dikuasai peserta didik sebagai hasil pelajaran itu, akan tetapi tidak mencakup semua komponen TIK (Sugiyono, 2009).
Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk pada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya perubahan tingkah laku peserta didik dalam proses pembelajaran (Hamalik, 2006).
Menurut Bloom (dalam Suprijono, 2010) hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evalution (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respon), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization (karakteristisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotor juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial dan intelektual. Hasil belajar ialah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek saja.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar