Sabtu, 21 Juni 2014

Cara Memasukkan dan Mengolah Data Menggunakan SPSS

SPSS (Statistical Product and Service Solutions)

MENGENAL SPSS

SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistical Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

  • Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.
  • Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.
  • Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.
  • High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.
  • Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.
  • Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.
  • Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.
  • Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.
  • Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.
  • Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.
  • Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.
  • Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.
  • Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart. 

 
Menu yang terdapat pada SPSS adalah :
1.      FILE
      Untuk operasi file dokumen SPSS yang telah dibuat, baik untuk perbaikan pencetakan dan sebagainya. Ada 5 macam data yang digunakan dalam SPSS, yaitu :
            1.   Data             :  dokumen SPSS berupa data
            2.   Systax          :  dokumen berisi file syntax SPSS
            3.   Output          :  dokumen yang berisi hasil running out SPSS
            4.   Script            :  dokumen yang berisi running out SPSS
            5.   Database
                NEW            :  membuat lembar kerja baru SPSS
                OPEN          :  membuka dokumen SPSS yang telah ada
            Secara umum ada 3 macam ekstensi dalam lembar kerja SPSS, yaitu :
            1.   *.spo             :  file data yang dihasilkan pada lembar data editor
            2.   *.sav             :  file text/obyek yang dihasilkan oleh lembar output
3.  *.cht             :  file obyek gambar/chart yang dihasilkan oleh chart window
       Read Text Data     : membuka dokumen dari file text (yang berekstensi txt),    yang bisa dimasukkan/dikonversi dalam lembar data SPSS
         Save                      : menyimpan dokumen/hasil kerja yang telah dibuat.
                Save As                : menyimpan ulang dokumen dengan nama/tempat/type dokumen yang berbeda
         Page Setup           : mengatur halaman kerja SPSS
         Print                      : mencetak hasil output/data/syntaq lembar SPSS
                          Ada 2 option/pilihan cara mencetak, yaitu :
           -              All visible output           :mencetak lembar kerja secara keseluruhan
           -              Selection            : mencetak sesuai keinginan yang kita sorot/blok
         Print Preview        : melihat contoh hasil cetakan yang nantinya diperoleh
         Recently used data: berisi list file data yang pernah dibuka sebelumnya.
         Recently used file       : berisi list file secara keseluruhan yang pernah dikerjakan
2.      EDIT
      ­Untuk melakukan pengeditan pada operasi SPSS baik data, serta pengaturan/option untuk konfigurasi SPSS secara keseluruhan.
          Undo                    : pembatalan perintah yang dilakukan sebelumnya
    Redo                     : perintah pembatalan perintah redo yang dilakukan  sebelumnya
        Cut                       : penghapusan sebual sel/text/obyek, bisa dicopy untuk keperluan tertentu dengan perintah dari menu paste
      Paste                     : mempilkan sebua sel/text/obyek hasil dari perintah copy     atau cut
          Paste after            : mengulangi perintah paste sebelumya
          Paste spesial         : perintah paste spesial, yaitu bisa konvesri ke gambar,   word, dll
          Clear                     : menghapusan sebuah sel/text/obyek
          Find                      : mencari suatu text
          Options                 : mengatur konfigurasi tampilan lembar SPSS secara umum
3.      VIEW
      Untuk pengaturan tambilan di layar kerja SPSS, serta mengetahu proses-prose yang sedang terjadi pada operasi SPSS.
          Status Bar                   :   mengetahui proses yang sedang berlangsung
          Toolbar                        :   mengatur tampilan toolbar
          Fonts                           :   untuk mengatur jenis, ukuran font pada data editor SPSS
            -  Outline size              :   ukuran font lembar output SPSS
            -  Outline font             :   jenis font lembar output SPSS
          Gridlines                     :   mengatur garis sel pada editor SPSS
          Value labels                 :   mengatur tampilan pada editor untuk mengetahui value label
4.      DATA
      Menu data digunakan untuk melakukan pemrosesan data.
          Define Dates               :   mendefinisikan sebuah waktu untuk variable yang meliputi jam, tanggal, tahun, dan sebagainya
          Insert Variable            :   menyisipkan kolom variable
          Insert case                   :   menyisipkan baris
          Go to case                   :   memindahkan cursor pada baris tertentu
          Sort case                      :   mengurutkan nilai dari suatu kolom variable
          Transpose                    :   operasi transpose pada sebuah kolom variable menjadi baris
          Merge files                  :   menggabungkan beberapa file dokumen SPSS, yang dilakukan dengan penggabungan kolom-kolom variablenya
          Split file                      :   memecahkan file berdasarkan kolom variablenya
          Select case                   :   mengatur sebuah variable berdasarkan sebuah persyaratan tertentu
5.      TRANSFORM
      Menu transform dipergunakan untuk melakukan perubahan-perubahan atau penambahan data.
    Compute                     :   operasi aritmatika dan logika untuk
    Count                          :   untuk mengetahui jumlah sebuah ukuran data tertentu pada suatu baris tertentu  
    Recode                        :   untuk mengganti nilai pada kolom variable tertentu, sifatnya menggantikan (into same variable) atau merubah (into different variable) pada variable baru
    Categorize variable :    merubah angka rasional menjadi diskrit
    Rank case                    :   mengurutkan nilai data sebuah variabel
6          6.      ANALYSE
                  Menu analyse digunakan untuk melakukan analisis data yang telah kita masukkan ke dalam komputer. Menu ini merupakan menu yang terpenting karena semua pemrosesan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan menu correlate, compare mens, regresion.
7          7.      GRAPH
Menu graph digunakan untuk membuat grafik, diantaranya ialah bar, line, pie, dll
8          8.      UTILITIES
Menu utilities dipergunakan untuk mengetahui informasi variabel, informasi file, dll
9          9.      AD-ONS
Menu ad-ons digunakan untuk memberikan perintah kepada SPSS jika ingin menggunakan aplikasi tambahan, misalnya menggunakan alikasi Amos, SPSS data entry, text analysis, dsb
1        10.  WINDOWS
Menu windows digunakan untuk melakukan perpindahan (switch) dari satu file ke file lainnya
1        11.  HELP
Menu help digunakan untuk membantu pengguna dalam memahami perintah-perintah SPSS jika menemui kesulitan
       TOOL BAR                :   Kumpulan perintah – perintah yang sering digunakan dalam bentuk gambar.
       POINTER                   :   Kursor yang menunjukkan posisi cell yang sedang aktif / dipilih.


 Memasukkan dan mengolah data ke spss :
 Menu utama program SPSS ini ditunjukan pada lingkaran seperti yang tampak dibawah ini
 Tampilan layar SPSS ada 2 yaitu Data view dan variabel view yang dtunjukan dibawah ini

Data view adalah data yang tampilannya seperti exel, data view ini sebagai lembar kerja.
Untuk melihat tampilan data view,dengan meng-klik tulisan (data view)
Dan tampilannya sebagaiberikut :

Sedangkan variable view berperan sebagai definisi operasional yang hasilnya nanti akan terlihat di  data view. Untuk melihat tampilan variable view, dengan meng-klik (variable view) sepeti di tunjukan lingkaran merah,dan tampilan variable view seperti dbawah ini

 Inilah pengenalan Program SPSS secara garis besar.

Untuk mengenal SPSS lebih jauh, mari kita mencoba mengolah data menggunakan analisis regresi dengan menggunakan SPSS 12.0

Hal pertama yang kita lakukan adalah memasukan data pada halaman DATA VIEW di SPSS,kemudian ketik nilai variabel-variabel (Y,X1, dan X2)
 Pada halaman VARIABEL VIEV, dalam kolom Name ketik simbol (Y,X1,X2 ) dan pada Kolom Label ketikan nama Variabel ( Daerah,Sales,Promo dan Outlet)
 Pada kolom Type, variabel Y di pilih tipe Srting karena data yang ditampilkan pada DATA VIEW berupa huruf (nama daerah) sedangkan pada variabel X1,X2,X3 dipilih type Numeric karena data yang dtampilkan berupa angka.

Selanjutnya untuk mengolah data menggunakan analisis regresi, lakukan langkah-langkah berikut.
  • Klik Analyze, Regression, Linear

 Sehingga tampak tampilan seperti dibawah ini.
 Kemudian pindahkan Promo(x1),Outlet(x2) ke dalam kotak independent(s) dan Sales (y) pada kotak dependen seperti dibawah ini.
 Kemudian klik ”statistics” sperti yang ditunjukan dibawah ini.
 Selanjutnya akan tampak tampilan sperti dibawah ini, kemudian beri centang pada Estimates, Model fit, R Squared change,Descriptives,part and partial correlations,collinerity diagnostics
 klik continue..
 Selanjutnya akan tampil menu semula kemudian klik plot..

Kemudian tampilan plot sebagai berikut,,
Dan masukan *SDRESID  pada Y dan *ZRESID pada X seperti dibawah ini,kemudian klik ”continu sehinnga tampilannya menjadi sebagai berikut :
 kemudian akan tampak tampilan semula lalu Klik ”ok”
 Sehingga secara otomatis lembar output dari pengolahan data menggunakan analisis regresi dengan spss 12.0 ini ditampilkan seperti dibawah ini..




Demikianlah salah satu cara memasukkan dan mengolah data menggunakan SPSS . Untuk anda ketahui ,disini saya menggunakan SPSS 12 . Sekarang udah ada yang terbaru dan mungkin tampilannya sedikit berbeda . Selamat Mencoba ! :)

Rabu, 11 Juni 2014

Pengertian Genotip dan Fenotip



Genotip

Genotip adalah susunan gen yang menentukan sifat dasar suatu makhluk hidup dan bersifat tetap. Dalam genetika genotip ditulis dengan menggunakan simbol huruf dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu. Setiap karakter sifat yang dimiliki oleh suatu individu dikendalikan oleh sepasang gen yang membentuk alela. Sehingga dalam genetika simbol genotip ditulis dengan dua huruf. Jika sifat tersebut dominan, maka penulisannya menggunakan huruf kapital dan jika sifatnya resesif ditulis dengan huruf kecil. Genotip yang memiliki pasangan alela sama, misalnya BB atau bb, merupakan pasangan alela yang homozigot. Individu dengan genotip BB disebut omozigot dominan, sedangkan individu dengan genotip bb disebut homozigot resesif. Untuk genotip yang memiliki pasangan alela berbeda misal Bb, merupakan pasangan alela yang heterozigot.

Fenotip

Fenotip adalah sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra, misalnya warna bunga merah, rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis, dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan faktor lingkungan. Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama.

Senin, 09 Juni 2014

Antimalaria - Artemisinin-based Combination Therapy (ACT) (Obat Malaria)


ACT adalah kombinasi obat yang salah satu komponennya adalah Artemisinin atau derivatnya (Artesunate, Artemether, Dihydroartemisinin). Masing-masing derivat Artemisinin tidak mempunyai perbedaan absorpsi dan bioavailabilitas yang signifikan. Artemisinin dan derivatnya dieliminasi secara cepat dari dalam tubuh. Jika dikombinasikan dengan obat yang juga dieliminasi dengan cepat (Contoh: Tetracycline, Clindamycin) maka dibutuhkan durasi terapi selama 7 hari. Durasi terapi dapat dipersingkat menjadi 3 hari jika dikombinasikan dengan obat yang dieliminasi dengan lambat (Contoh: Amodiaquine, Lumefantrine). Pilihan ACT antara lain:
1. Artemether + Lumefantrine (Coartem®) 
Kombinasi ini tersedia dalam formula dosis tetap (fixed-dose combination/FDC) dengan komposisi 20 mg Artemether dan 120 mg Lumefantrine. Rekomendasi dosis didasarkan pada berat badan :
Dosis ini merupakan ekstrapolasi dari 1,7/12 mg/kg Artemether dan Lumefantrine perdosis diberikan 2 kali sehari selama 3 hari. Rentang dosis terapi: 1,4-4 mg/kg Artemether dan 10-16 mg/kg Lumefantrine. Absorpsi Lumefantrine dapat ditingkatkan jika diberikan bersama makanan berlemak, sebaiknya obat diminum segera setelah makan atau minum susu.
2. Artesunate + Amodiaquine (Arsuamoon®, Artesdiaquin®)
Kombinasi ini tersedia dalam kemasan combi pack dengan tablet terpisah yang terdiri dari tablet Artesunate 50 mg & tablet Amodiaquine 150 mg basa. Target dosis: 4 mg/kg/hari Artesunate dan 10 mg/kg/hari Amodiaquine diberikan sekali sehari selama 3 hari. 
Rentang dosis terapi: 2-10 mg/kg/hari Artesunate dan 7,5-15 mg/kg/hari Amodiaquine.
Artesdiaquin® merupakan ACT pertama yang diimplementasikan oleh Depkes sebagai obat program malaria, sedangkan yang beredar sebagai produk komersil adalah Arsuamoon®.
Setelah 2 tahun, muncul kasus kegagalan terapi dengan kombinasi ini di beberapa daerah seperti Papua, Lampung, dan Sulawesi Utara atau pada daerah dengan kegagalan terapi Chloroquine yang cukup tinggi. Pada daerah yang terjadi resistensi terhadap Chloroquine diprediksikan juga terjadi resistensi terhadap Amodiaquine (resistensi silang).
3. Dihydroartemisinin + Piperaquine (DHP)
Dihydroartemisinin adalah metabolit aktif dari artemisinin dan derivatnya. Salah satu perusahaan farmasi nasional telah ditunjuk oleh Dirjen Yanfar dan BPOM untuk mensuplai DHP dengan menggunakan pendekatan special access ke daerah endemik malaria.
Target dosis: 4 mg/kg/hari Dihydroartemisinin dan 18 mg/kg/hari Piperaquine selama 3 hari.
Rentang dosis terapi: 2-10 mg/kg/hari Dihydroartemisinin dan 16-26 mg/kg/dosis/hari Piperaquine.
Sebuah penelitian di Papua menyatakan DHP lebih efektif dan lebih bisa diterima oleh pasien daripada kombinasi Artesunate + Amodiaquine baik untuk mengobati penderita malaria falciparum maupun malaria vivax.
4. Artesunate + Sulfadoxine-Pyrimethamine
Target dosis: 4 mg/kg/hari Artesunate diberikan sekali sehari selama 3 hari dan dosis tunggal Sulfadoxine-Pyrimethamine 25/1,25 mg/kg pada hari pertama.
Rentang dosis terapi: 2-10 mg/kg/hari Artesunate dan 25-70/1,25-3,5 mg/kg/hari Sulfadoxine- Pyrimethamine.
5. Artesunate + Mefloquine
Target dosis: Artesunate 4 mg/kg/hari diberikan sekali sehari selama 3 hari. Mefloquine 25 mg/kg/hari yang diberikan terbagi menjadi 15 mg/kg di hari pertama dan 10 mg/kg di hari kedua atau dibagi dalam 3 hari sehingga diberikan 8,3 mg/kg/hari. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan absorpsi dan mengurangi insidensi terjadinya keluhan mual, muntah, pusing, dysphoria, dan gangguan tidur yang sering terjadi berkaitan dengan terapi Mefloquine.
Rentang dosis terapi: 2-10 mg/kg/dosis/hari Artesunate dan 7-11 mg/kg/dosis/hari Mefloquine.
 6. Jenis Tanaman A. annua Penghasil ACT. 
 
Binomial Name : Artemisia annua
Kingdom:
(unranked):
(unranked):
(unranked):
Order:
Family:
Genus:
Species:
A. annua
Artemisia annua

Minggu, 08 Juni 2014

Mengapa Harus Kartini ?


Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tahun 1988, masalah ini kembali menghangat, menjelang peringatan hari Kartini 21 April 1988. Ketika itu akan diterbitkan buku Surat-Surat Kartini oleh F.G.P. Jacquet melalui penerbitan Koninklijk Institut voor Tall-Landen Volkenkunde (KITLV).

Tulisan ini bukan untuk menggugat pribadi Kartini. Banyak nilai positif yang bisa kita ambil dari kehidupan seorang Kartini. Tapi, kita bicara tentang Indonesia, sebuah negara yang majemuk. Maka, sangatlah penting untuk mengajak kita berpikir tentang sejarah Indonesia. Sejarah sangatlah penting. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Bung Karno. Al-Quran banyak mengungkapkan betapa pentingnya sejarah, demi menatap dan menata masa depan.
Banyak pertanyaan yang bisa diajukan untuk sejarah Indonesia. Mengapa harus Boedi Oetomo, Mengapa bukan Sarekat Islam? Bukankah Sarekat Islam adalah organisasi nasional pertama? Mengapa harus Ki Hajar Dewantoro, Mengapa bukan KH Ahmad Dahlan, untuk menyebut tokoh pendidikan? Mengapa harus dilestarikan ungkapan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani sebagai jargon pendidikan nasional Indonesia? Bukankah katanya, kita berbahasa satu: Bahasa Indonesia? Tanyalah kepada semua guru dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang paham makna slogan pendidikan nasional itu? Mengapa tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan Iman, Ilmu, dan amal, sehingga semua orang Indonesia paham maknanya.

Kini, kita juga bisa bertanya, Mengapa harus Kartini? Ada baiknya, kita lihat sekilas asal-muasalnya. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu.

Beberapa sejarawan sudah mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita.

Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan Sartika dan Rohana dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang ber inisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan). Kalau saja ada yang sempat menerbitkan pikiranpikiran Rohana dalam berbagai surat kabar itu, apa yang dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fa -timah dari Aceh, klaim-klaim ke terbe lakang an kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita.

Di Aceh kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. Aceh juga pernah dipimpin oleh Sultanah (sultan wanita) selama empat periode (1641-1699). Posisi sulthanah dan panglima jelas bukan posisi rendahan.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus menda -pat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan, begitu kata Rohana Kudus.

Bayangkan, jika sejak dulu anak-anak kita bernyanyi: Ibu kita Cut Nyak Dien. Putri sejati. Putri Indonesia..., mungkin tidak pernah muncul masalah Gerakan Aceh Merdeka. Tapi, kita bukan meratapi sejarah, Ini takdir. Hanya, kita diwajibkan berjuang untuk menyongsong tak dir yang lebih baik di masa depan. Dan itu bisa dimulai dengan bertanya, secara serius: Mengapa Harus Kartini?

Ditulis oleh Tiar Anwar Bachtiar (INSISTS)/insistnetdotcom

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda