Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juni 2014

Pengertian dan Fungsi Plasmid

Plasmid Plasmid adalah molekul DNA ekstrakromosomal berbentuk linear atau sirkular, yang berukuran 1 kb sampai lebih dari 500 kb. Dalam suatu sel bakteri dapat ditemui lebih dari 1 jenis plasmid, dengan jumlah kopi (copy number) yang berbeda-beda. Plasmid yang memiliki jumlah kopi 10-100/sel disebut high copy number plasmid. Sedangkan plasmid yang hanya memiliki 1-4 sel/sel disebut low copy number plasmid. Beberapa plasmid membawa gen-gen yang mengkode transfer plasmid antar sel (plasmid F), gen-gen resistensi terhadap antibiotik (plasmid R), atau membawa gen-gen yang belum jelas fungsinya.

Setiap plasmid dapat bereplikasi secara otonom dalam sel penerima tanpa tergantung pada kromosom, karena mempunyai origin of DNA replication (ori) tersendiri. Ori beberapa plasmid mempunyai spesifitas yang tinggi, sehingga plasmid tersebut hanya dapat bereplikasi pada satu spesies bakteri saja (narrow host range plasmid). Sedang kelompok plasmid yang lain mempunyai ori yang kurang spesifik, sehingga dapat bereplikasi pada beberapa spesies bakteri (broad host range plasmid).

Sebagai elemen genetik yang bereplikasi secara otonom, plasmid dapat digunakan sebagai vektor yang akan disisipi DNA asing. Untuk digunakan sebagai vektor, suatu plasmid harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :
  1. Plasmid harus berukuran kecil, karena efisiensi transfer DNA asing dalam plasmid berukuran lebih dari 15 kb akan berkurang secara bermakna.
  2. Plasmid mempunyai situs pengenalan (recognition sites) enzim restriksi yang spesifik, sebagai lokasi penyisipan DNA asing.
  3. Plasmid harus merupakan vektor episomal atau vektor integratif, sehingga dapat mengintegrasikan dirinya dan DNA asing ke salah satu kromosom sel penerima. Pada saat ini, plasmid integratif yang efisien telah tersedia untuk berbagai spesies, termasuk untuk jamur berfilamen seperti Aspergillus nidulans dan Neurospora crassa
  4. Plasmid dapat memiliki beberapa ori, sehingga dapat bereplikasi di beberapa jenis sel penerima. Vektor seperti ini dinamakan shuttle cloning vector, dimana ori pertama umumnya dikenali oleh sel E. coli, sedang ori keduanya dikenali sel penerima yang lain. Selain itu, plasmid dapat memiliki satu broad host range ori, sehingga plasmid tersebut dapat dikenali oleh berbagai mikroorganisme.
  5. Plasmid mempunyai satu atau lebih gen marka seleksi yang digunakan untuk menyeleksi sel penerima yang membawa konstruksi plasmid-DNA asing.
Untuk memenuhi persyaratan tersebut, maka plasmid alami harus direkayasa secara genetik.

Isolasi DNA Plasmid

BAB I
PENGANTAR
1.1.      Latar Belakang
Plasmid merupakan DNA ekstrakromosom yang dikenal pada bakteri, berutas ganda, dan berbentuk sirkuler (Jusuf, 2001).Plasmid memiliki ukuran yang relatif kecil dan terletak di luar kromosom dalam sel prokariot khususnya bakteri dan sel eukariot tingkat rendah seperti khamir.Plasmid mengalami duplikasi sebelum pembelahan sel inang. Plasmid biasanya digunakan dalam teknologi DNA rekombinan menggunakan Escherichia coli sebagai inang sehingga dalam rekayasa genetika, plasmid sering digunakan sebagai vektor untuk membawa gen-gen  tertentu yang diinginkan ke dalam suatu sel inang. Pada bakteri Eschericia coli, bahan genetik utamanya terdiri atas sekitar 4.600 kb (4,6 x 106 bp). Plasmid dapat dijadikan sebagai vektordisebabkan  dapat melakukan replikasi, terletak  ekstra kromosom, ditransfer secara stabil, berukuran kecil, susunan DNA sudah diketahui, harus mempunyai jumlah salinan yang banyak di dalam sel inang, memiliki titil Ori, memiliki marker seleksi, memiliki marker kedua yang berguna untuk tanda apabila plasmid disisipkan gen asing, dan memiliki situs retriksi yang unik sebagai tanda untuk menyisipkan gen asing.
Pada dasarnya plasmid merupakan  identitas genetik yang ditemukan secara alami di dalam sel beberapa kelompok prokariot dan eukariot. Dengan teknik rekayasa genetik, sekarang telah dikembangkan plasmid artifisial dengan cara menggabungkan gen-gen dari plasmid alami maupun genom tertentu (Yuwono, 2009).
Pengamatan DNA plasmid dilakukan melalui proses isolasi plasmid, elektroforesis, dan visualisasi menggunakan sinar ultraviolet (UV). Tahapan pengendapan dalam isolasi plasmid adalah pemecahan sel, keluarnya plasmid dari nukleus dan pengendapan atau presipitasi plasmid. Tahapan selanjutnya adalah elektroforesisDNA yaitu teknik untuk memisahkan sampel DNA berdasarkan atas ukuran (berat molekul) dan struktur fisik molekulnya dengan menggunakan medan listrik yang ada pada makromolekul misalnya DNA plasmid yang bermuatan negatif (Yuwono, 2009). Gel yang biasanya  digunakan dalam proses elektroforesis adalan agarosae. Elektroforesis biasa digunakan untuk analisa ukuran dan konfirmasi sampel DNA, kuantifikasi DNA, pemisahan dan ekstraksi DNA.


1.2.      Tinjauan Pustaka
Setiap organisme memiliki DNA yang terletak dalam inti sel atau nukleusyang disebut sebagai DNA kromosomal, begitu pula bakteri.Selain DNAkromosomal, bakteri juga memiliki DNA ekstrakromosomal.Plasmid merupakanDNA ekstrakromosomal yang berbeda karakternya dengan DNA kromosomal.Bentukplasmid adalah sirkuler double helix dengan ukuran 1 kb sampai lebih dari 200 kb.Pada bakteri jumlah plasmid yang dimiliki bervariasi bahkan sampai ribuan ataupuntidak memiliki plasmid.Plasmid bisa saja tidak terdapat pada bakteri yang biasa sajakarena plasmid tidak mempengaruhi ketahanan hidup bakteri tersebut.Plasmid hanyamemberikan sifat istimewa yang dimiliki oleh bakteri tersebut misalnya resistensiterhadap antibiotik. Beberapa karakteristik dari plasmid yang patut diketahui antaralain: dapat ditransfer ke bakteri lain dan memiliki ORI (Origin of replication)sehingga mampu mereplikasi diri tanpa pengaturan dari DNA kromosom. Replikasidimulai dari titik ORI hingga semua plasmid tereplikasi.
Plasmid merupakan potongan melingkar DNA yang ukuranya kecil (kuranglebih 2000 sampai 10000 pasangan basa) yang berisi informasi genetik yang pentinguntuk pertumbuhan bakteri. Di alam, gen informasi ini sering mengkode protein yangakan membuat bakteri resisten terhadap antibiotik. Plasmid mungkin merupakan hasildari perkembangan heterotrop yang tertutup. Bakteri sering tumbuh pada lingkunganyang sama dengan mold dan fungi dan berkompetisi dengan mereka untukmendapatkan makanan (bahan organik kompleks). Sebagai hasilnya mold dan fungimenghasilkan toksin untuk membunuh bakteri (dalam dunia kedokteran seringdisebut dengan antibiotik) agar menang dalam memperebutkan makanannya.Untuk menanggapi ini bakteri menghasilkan plasmid untuk mempertahankanhidupnya (Jakubowski. 2008).Plasmid adalah DNA untai ganda yang berbentuk sirkuler yang berada diluar DNA kromosomal bakteria.DNA ekstrakromosomal yang terjadi secara alamiah pada bakteria, yeast, dan beberapa sel eukariotik yang berada secara simbiotik maupun parasitik pada sel inang.
Berdasarkan fungsinya plasmid dapat dikelompokkan menjadi:
·         Fertility- F plasmids
Merupakan plasmid yang dapat ditransfer dari satu sel ke sel bakteri lain untuk proses konjugasi. Plasmid ini juga mempunyai kemampuan untuk mentransfer DNA atau gen baik yang terdapat dalam plasmid ataupun dalam kromosom. Plasmid ditemukan antara lain pada Escherichia coli, Pseudomonas sp, dan Streptomyces.
·         Resistance- R plasmids
Mengandung gen yang resisten terhadap antibiotik atau racun dan inhibitor pertumbuhan lainnya. Plasmid R dapat ditemukan pada Staphylococcus.
·         Plasmid penyandi bacteriocins
Bacteriocins adalah senyawa yang diproduksi oleh bakteri untuk menghambat pertumbuhan atau bakteri lain yang spesises atau galurnya berbeda. Plasmid ini mengandung gen struktural bacteriocins ataupun gen yang mengkode protein yang berperan dalam pemrosesan dan transport bacteriocins. Penamaan plasmid ini tergantung pada organisme yang memproduksinya.Misalnya plasmid Col pada bakteri Escherichia coli yang mengkode colicins.
·         Degradative plasmids
Merupakan plasmid yang mampu mencerna subsansi yang tidak biasa, contoh toluen dan asam salisilat.
·         Virulence plasmids
Merupakan plasmid yang menjadikan bakteri tersebut patogen.
Sedangkan berdasarkan jumlah plasmid di dalam sel dapat dibedakan menjadi:
·         Low copy number plasmid dimana dalam satu sel hanya mengandung satu atau beberapa plasmid saja.
·         High copy number dimana dalam satu sel mengandung banyak plasmid hingga
ribuan. Contohnya bakteri Escherichia coli.
Selain fungsi, plasmid juga memiliki bentuk yang beragam, antara lain:
·         Supercoiled (covalently closed-circular)
DNA plasmid berbentuk sirkular dengan bentuk rantai yang terpilin.
·         Relaxed circular
Kedua ujung DNA menyatu dan berbentuk sirkuler.
·         Supercoiled denature
Kedua ujung DNA menyatu tapi pasangan basanya tidak sempurna.
·         Nicked open circular
Rantai DNA yang terpotong pada salah satu sisi saja.
Berbagai macam bentuk plasmid itu akan mempengaruhi kecepatan migrasi plasmid dalam elektroforesis. Elektroforesis adalah proses migrasi dari fragmen DNA di dalam gel yang direndam dalam larutan penyangga. Urutan migrasi bentuk-bentuk plasmid tersebut dari yang paling cepat adalah supercoiled, supercoiled denaturated, relaxed circular, dan nicked open circular. Bentuk plasmid yang semakin kecil atau ramping akan lebih mudah bergerak melalui pori gel agarose sehingga akan mencapai bagian bawah terlebih dahulu. Perjalanan molekul DNA di dalam gel mengikuti arus listrik, dari kutub negative menuju kutub positif. Semakin besar tegangan arus listrik, perjalanan molekul DNA akan makin cepat, demikian pula sebaliknya. Ada bermacam- macam zat kimia yang digunakan sebagai gel di dalam proses elektrofoesis. Penggunaan jenis gel disesuaikan denga tujuan yang akan dicapai. Ada dua cara elektroforesis, yaitu elektroforesis gel agarose dengan visualisasi menggunakan ethidium bromide dan elektroforesis gel polyacrilamide dengan visualisasi menggunakan silver staining.
Ada berbagai macam kegunaan dari plasmid, dalam rekayasa genetika, plasmid digunakan sebagai vektor untuk kloning DNA. Selain itu plasmid juga banyak digunakan untuk perbanyakan jumlah DNA tertentu sehingga bisa mengekspresikan gen tertentu. Alasan utama pengunaan plasmid ini adalah karena plasmid memiliki peta restriksi, adanya marker sehingga dapat diketahui apakah gen insert masuk atau tidak, memiliki copy number yang besar, dan mudah dimodifikasi sesuai dengan tujuan tertentu. Karena plasmid memiliki fungsi yang bisa dimanfaatkan keuntungannya, maka ada banyak cara yang digunakan untuk mengisolasi plasmid tersebut. Plasmid yang diisolasi berasal dari bakteri. Proses ini dikenal sebagai proses mini preparation karena jumlahnya hanya sekitar 1-20µg. Sedangkan untuk jumlah yang lebih besar (100-200µg) digunakan midi preparation dan maxi preparation untuk jumlah yang lebih besar dari 200 µg.
Inti dari isolasi plasmid bakteri adalah menghancurkan membran sel sehinggasemua organel sel dapat keluar.Sehingga didapatkan DNA kromosomal serta DNAekstrakromosmal (plasmid).Untuk memperoleh plasmid saja harus dilakukanpemurnian dari debris membran sel, organel sel, dan pengotor lainnya. Metode yangdapat digunakan untuk isolasi plasmid antara lain yaitu boiling lysis, lysis withdetergent, mechanical lysis, alkaline lysis, dan enzimatic digestion.


1.3.      Rumusan Masalah
1.      Apakah dapat dilakukan isolasi DNA plasmid dari bakteri Escherichia coli ?
2.      Apakah hasil isolasi DNA plasmid dari bakteri Escherichia coli dapat diidentifikasi dengan elektroforesis Gel Agarose ?
1.4.      Tujuan
1.      Agar mahasiswa mampu mengisolasi DNA plasmid dari bakteri Escherichia coli.
2.      Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi hasil isolasi DNA plasmid dari bakteri Escherichia coli dengan metode Elektroforesis Gel Agarose.
1.5.      Hipotesis
1.      Dapat dilakukan isolasi DNA plasmid dari bakteri Escherichia coli.
2.      Hasil isolasi DNA plasmid dari bakteri Escherichia coli dapat diidentifikasi dengan elektroforesis Gel Agarose.

BAB II
METODE KERJA
A.    Isolasi DNA Plasmid
·         Alat     :
1.      Microcentrifuge ( high speed)
2.      Tabung ependorf 1,5 ml
3.      Rak tabung ependorf
4.      Pipetor /pipetman ukuran 200-1000 μl, 20-200 μl
5.      Tip pipet (warna biru dan kuning)
6.      Sarung tangan
7.      Water bath
8.      Autoclave

·         Bahan :
1.      Kit plasmid  DNA purification (Macherey-Nagel)

·         Cara Kerja :
1.      Menggunakan 1,5 mL kultur E.coli yang telah ditambahkan dalam medium LB + kanamisin selama 18 jam sebagai bahan isolasi plasmid.

Asal Mula Enzim

Enzim adalah suatu getah / cairan yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan. Mempelajari mengenai enzim terkadang membuat kita rancu / bingung, baik mengenai fungsinya, tempatnya, penghasilnya, bahkan namanya. Nah, berikut adalah tabel enzim yang Insya Allah lengkap dan dapat digunakan untuk mempermudah Anda (khususnya pelajar) dalam menghafalkan berbagai enzim yang ada dalam tubuh.


No.
Nama Enzim
Letak
Fungsi
Penghasil
Mengubah
Menjadi
1.
Ptialin / Amilase
Mulut
Amilum
Maltosa
Kelenjar Ludah
2.
Pepsin
Lambung
Protein
Pepton
Lambung
3.
Renin
Lambung
Mengendapkan kasein susu
Lambung
4.
Amilase
Usus 12 Jari
Maltosa
Glukosa
Pankreas
5.
Tripsin
Usus 12 Jari
Pepton
Asam Amino
Pankreas
6.
Lipase
Usus 12 Jari
Lemak
Asam Lemak & Gliserol
Pankreas
7.
Erepsin
Usus Halus
Pepton
Asam Amino
Usus 12 Jari
8.
Maltase
Usus Halus
Maltosa
Glukosa + Glukosa
Usus Halus
9.
Sukrase
Usus Halus
Sukrosa
Glukosa + Fruktosa
Usus Halus
10.
Laktase
Usus Halus
Laktosa
Glukosa + Galaktosa
Usus Halus

Rabu, 11 Juni 2014

Pengertian Genotip dan Fenotip



Genotip

Genotip adalah susunan gen yang menentukan sifat dasar suatu makhluk hidup dan bersifat tetap. Dalam genetika genotip ditulis dengan menggunakan simbol huruf dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu. Setiap karakter sifat yang dimiliki oleh suatu individu dikendalikan oleh sepasang gen yang membentuk alela. Sehingga dalam genetika simbol genotip ditulis dengan dua huruf. Jika sifat tersebut dominan, maka penulisannya menggunakan huruf kapital dan jika sifatnya resesif ditulis dengan huruf kecil. Genotip yang memiliki pasangan alela sama, misalnya BB atau bb, merupakan pasangan alela yang homozigot. Individu dengan genotip BB disebut omozigot dominan, sedangkan individu dengan genotip bb disebut homozigot resesif. Untuk genotip yang memiliki pasangan alela berbeda misal Bb, merupakan pasangan alela yang heterozigot.

Fenotip

Fenotip adalah sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra, misalnya warna bunga merah, rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis, dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan faktor lingkungan. Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama.

Postingan Lama Beranda